Salju Pertamaku. C’est Noel!

Kunjungan kedua ke Paris saat itu memang bertepatan dengan musim dingin. Menurut saudara yang tinggal di sana, salju baru akan turun satu-dua minggu lagi, saat itu bulan November. Artinya saat salju turun saya sudah pulang ke Jakarta. Sedikit kecewa karena tidak akan melihat salju selama 4 (empat) hari keberadaan saya di Paris. Saya pun tidak berharap dapat melihat turunnya salju waktu itu. Bagi saya, dapat berkunjung kembali ke Paris adalah sebuah kesenangan tersendiri.

Hari Minggu pagi, saya yang menginap di rumah saudara, bersiap akan melakukan one day trip ke Normandie, yang konon sedang menjadi tujuan favorit orang Paris untuk menghabiskan weekend. Sebelumnya kami menjemput putri yang masih balita dari saudara tersebut yang bermalam di rumah neneknya di daerah Ayer, La Defense, Paris.

Setelah ber-say-hello-dan-sedikit-basabasi dengan (nenek) Agnes, kami pun menuju mobil. Saat itu terlihat cuaca di jalanan sekitar rumah nenek Agnes sedang gerimis kecil. Travel-buddy saya, Vivi, berteriak bahwa yang turun tersebut bukan gerimis melainkan salju. Saya senang bukan kepalang ketika menyadari bahwa saat itu benar – benar sedang gerimis salju.

“C’est Noel, c’est Noel!’* Putri saudara yang baru berumur 4 tahun tersebut berteriak kegirangan.

Ket: *Natal telah tiba, Natal telah tiba! Anak balita mengidentikkan datangnya salju dengan Hari Raya Natal. 

Saya yang belum pernah merasakan salju seumur hidup ikut kegirangan. Apalagi Vivi menambahkan bahwa apabila turun salju secara tiba – tiba, tanpa ada prakiran cuaca sebelumnya, artinya ‘it’s a good luck’. Yay!

Rasanya memang seperti gerimis biasa, rintik-rintik, tapi butiran saljunya begitu lembut. Saking lembutnya saat sampai di permukaan tanah, salju tersebut langsung lumer menjadi air. Gerimis salju itu menyertai sepanjang perjalanan sampai kami singgah makan siang di Honfleur, kota kecil sebelum Normandie.

Pengalaman saya bertambah dalam kunjungan ke Paris kali ini. Saya bisa mengunjungi Normandie, sebuah kota pelabuhan yang menjadi tempat pendaratan pasukan Amerika pada Perang Dunia II yang menjadi setting film Saving Private Ryan, sekaligus dapat melihat langsung salju (meskipun cuma gerimis) yang ‘konon’ akan memberikan keberuntungan bagi yang merasakannya, amin.

salju

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s