In The Mood For Nasi Padang.

Hari itu pengen banget makan padang. Dendeng Padang tepatnya. Lumayan lama sejak terakhir makan nasi padang sampe lupa pun kapan terakhirnya.

Pagi itu kami menuju Bendungan Hilir, Jakarta atau biasa disebut dengan nama keren Benhil. Di sana nangkring sebuah Rumah Makan Padang yang banyak dibicarakan orang (baca: twiter. Iya, saya memang anak twitter…hehehe). 10.30 WIB sampai di RM. Surya dan langsung memesan makanan. Karena hari masih pagi, saya memesan soto padang. Tapi ya tetep namanya rumah makan padang, disajikanlah segala lauk pauk yang bejibun diatas meja. Karena sang suami sudah lapar berat, dia pun menyantap ayam bakar, kesukaannya. Tetapi menurutnya ayam bakarnya kurang sedep dibanding ayam bakar rumah makan padang lainnya. Baiklah.

Tibalah saya menyuap sendok demi sendok soto padang yang baru saja datang. Soto padang ini disajikan dengan kerupuk dan sambel, semacam kuah kari, secara terpisah. Saya langsung menuangkan kuah kari dan tak lupa kerupuk yang telah diremes ke dalam mangkok soto. Aih…sedapnyooooo… Kalau kamu kurang suka dengan kuah/sambel karinya, boleh kok tidak dicampurkan, tapi akan mengurangi kesedepan si soto. Karena soto padang memang supposed to be merah, jendral!

Cukup kenyang makan semangkok soto ini. Karena mangkoknya cukup gede dibanding mangkok soto kudus yang seuprit itu…hehehe… Sebenernya yang lebih kondang di rumah makan ini adalah dendengnya. Niat awal makan dendeng pupus sudah karena kekenyangan. Akhirnya memutuskan untuk membungkus dendeng untuk bekal makan di rumah. Ada 2 macam dendeng di rumah makan ini: dendeng basah dan dendeng kering. Dendeng kering biasalah ya, standart. Irisan daging iris lebar dan digoreng kering cenderung kriuk, disajikan dengan irisan cabe merah besar yang di goreng. Dendeng basahnya ini yang katanya JUARA. Dendeng ini biasa disebut juga dengan dendeng Batokok.

Sampai rumah, makan dengan lauk dendeng batokok ini, saya menobatkan bahwa dendeng ini memang JUARA INDONESIA, lezat tak terkira. Sambel ijo yang menjadi kuahnya sangat gurih. Sebaiknya sambel/kuah dari dendeng ini dituang ke nasi putih hangat. Lemak nian…

Sayang di RM Surya tidak menyediakan hidangan penutup bubur kampiun. Saya pun harus melipir ke dalam pasar Benhil untuk memburu jajanan khas Padang ini. Memang untuk menu makanan Padang yang bener-bener bercita rasa Padang, daerah Benhil adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

Image

Soto Padang itu merah, jendral!

Image

Dendeng Kering.

Image

Dendeng Basah a.k.a. Dendeng Batokok

Advertisements

One thought on “In The Mood For Nasi Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s