Di Sebuah Kota Sunyi Bernama Pompeii.

08.00 Setelah makan pagi, acara wisata hari ini adalah perjalanan menuju Pompeii untuk melihat dari dekat reruntuhan kota tua Pompeii yang hancur akibat lahar letusan Gunung Vessuvius.

Begitulah kalimat yang saya baca dari itenarary group tour hari ini. Setelah mengalami drama pesawat mendarat darurat dan harus mengejar acara awarding dinner di Villa de Vita, Napoli seperti dalam dua postingan sebelum ini. Berhubung jalan bersama rombongan group tour dengan 3 buah tourist bus, meskipun masih lelah setelah bekerja di malam sebelumnya, saya harus gubrak-gabruk mengikuti jadwal rombongan.

Hari masih pagi dan cuaca hari itu sedang hujan rintik-rintik, kami tiba di Pompeii. Saya pun terpaksa pake ponco alias jas hujan. Kenapa? Karena gak bawa payung. Begitulah.

Pompeii sendiri adalah sebuah kota pada zaman Romawi yang berada di dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Debu letusan gunung Vesuvius ini menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa  terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Pompeii menjadi salah satu tujuan wisata utama di Italia, terutama di Napoli. Sejak beberapa tahun lalu kota Pompeii ditetapkan sebagai salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pagi itu belum banyak turis yang datang mengunjungi situs ini, hanya terlihat rombongan kami. Mungkin karena hari sedang hujan. Untunglah hujan tidak terlalu deras, sehingga kami masih bisa menikmati puing-puing reruntuhan kota ini.

Sejauh mata memandang, reruntuhan kota ini cukup lengkap dengan bangunan-bangunan di dalamnya. Terdapat jalan-jalan utama, gedung-gedung besar semacam city hall atau gedung pertemuan, tempat pemandian umum (semacam panti pijat umum gitu kali ya…), rumah-rumah penduduk, vila-vila (karena kota ini terletak di lereng gunung) dan beberapa gedung teater/gedung pertunjukan. Bahkan menurut tourist guide saat itu, ada satu reruntuhan gedung/rumah dimana terdapat jasad-jasad manusia yang telah menjadi batu, konon merupakan jasad manusia yang terjebak dan tidak bisa melarikan diri saat letusan gunung terjadi. Jasad itu telah bercampur dengan lapisan lava dan sedimen sehingga bercampur dan menjadi batu. Saya pun tidak berani ke sana, serem, mana daerahnya juga sepi-sepi aja gitu :”(  Kalau mau lihat gambarnya ada di wikipedia, silahkan.

Image

Satu diantara beberapa gedung yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan.

Image

Reruntuhan Kota Pompeii.

Image

Gunung Vesuvius yang pernah meluluh-lantakkan Kota Pompeii

Image

Photo dulu dong ah…

Image

ada yang mau nge-photobomb tapi gak sukses…hehehe…

Image

Tempat pemandian/sauna umum.

Image

Grand Theatre

Image

Gak bisa diem liat tiang, macam indihe…

Image

Jalanan Kota Pompeii yang sunyi senyap.

Image

Photo group dulu dong…

Advertisements

One thought on “Di Sebuah Kota Sunyi Bernama Pompeii.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s