Menampik 7 Alasan Takut Menulis Kisah Perjalanan di Media

nice post! 🙂

ve handojo

1. Saya tidak bisa menulis.

Tapi, Anda bisa bercerita, bukan? Setidaknya, Anda bisa bercerita secara verbal. Tuangkan saja dulu bahasa verbal Anda ke dalam tulisan. Tuangkan semuanya tanpa peduli apakah tulisan Anda jadinya bagus, kacau, atau buruk sama sekali. Lalu, baru rapikan perlahan-lahan. (Betapa mudahnya merapikan tulisan di jaman komputer ini. Bandingkan dengan dua puluh tahun lalu di mana jari-jari penulis harus tersiksa di atas mesin tik saat harus revisi.)

Jangan ragu minta masukan baik dari teman-teman yang sudah biasa menulis atau yang senang membaca. Cukup rapikan tulisan hingga menjadi bacaan yang teratur dan kalimat-kalimatnya baku. Setelah itu, jangan ragu untuk mengirimkannya ke media. Ingatlah bahwa setiap media punya editor yang bertugas membantu penulis. Dan, jangan salah! Penulis yang paling berpengalaman pun masih butuh bantuan editor. Jadi, jangan rendah diri dan takut dulu. Coba saja. Anda tidak akan rugi.

2. Tujuan wisata saya tidak spesial.

Yang penting bukan tujuan wisatanya…

View original post 625 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s