Paspor Sehari Jadi? You wish…

KanimJakBar

Kanim JakBar, adanya di sekitar area Museum Fatahillah, di sebelah Kantor Pos.

Membaca berita tentang uji coba layanan paspor sehari jadi ini Imigrasi Luncurkan Layanan Paspor Sehari Jadi membuat saya senang bukan kepalang. Ditambah lagi sekarang sudah ada pelayanan paspor via online. Semakin girang lah saya. Tibalah saat memperpanjang paspor dengan semangat. Saya mengisi segala persyaratan pembuatan paspor online melalui situs http://www.imigrasi.go.id. Petunjuk pengisiannya ada di sini: Petunjuk Pengisian Layanan Paspor Online

Setelah itu kita akan mendapat email konfirmasi berupa Surat Pengantar yang harus dicetak untuk membayar ke Bank (hanya bisa BNI). Setelah melakukan pembayaran, kita akan mendapat email konfirmasi ke-dua yaitu tentang jadwal kedatangan untuk foto sesuai dengan hari dan tanggal yang kita pilih sebelumnya.

Jangan lupa untuk menyiapkan semua persyaratan dokumen (asli dan foto copy di kertas A4) untuk dibawa saat datang wawancara dan foto di Kantor Imigrasi (Kanim). Antara lain:

1. KTP yang masih sah dan berlaku

2. Kartu Keluarga

3. Akta Kelahiran

4. Surat Kawin (bagi yang sudah menikah)

5. Paspor lama (untuk yang mengajukan perpanjangan paspor)

Atau bisa dilihat di: LAYANAN PUBLIK, PASPOR BIASA, PERSYARATAN.

Karena saya mengejar One Day Service yang baru tersedia di Kanim Jakarta Barat dan Kanim Jakarta Pusat, maka saya mendaftar untuk datang wawancara dan foto di Jakarta Barat. Karena akses transportasinya sangat mudah. Hanya sekali naik Trans Jakarta Koridor 1 Blok M-Jakarta Kota, turun di pemberhentian terakhir Jakarta Kota. Lokasinya berada di sekitar area Museum Fatahillah, tepatnya di sebelah Kantor Pos.

Tapi tunggu sebentar, berita One Day Service ini kok sepi ya? Mulai lah saya searching-searching convo di twitter dan googling-googling. Ternyata oh ternyata layanan ini sudah ditiadakan, seperti saya baca di sini: One Day Service Kantor Imigrasi Jakarta Barat Berakhir

J E L E G E E E R R R R R R……………

Seketika itu saya membayangkan betapa jauhnya si Kanim Jakarta Barat ini. Sesungguhnya tempat tinggal dan aktifitas saya lebih dekat dan lebih banyak di Jakarta Selatan. Ya sudah lah yaaa…

Tiba saatnya untuk ke Kanim JakBar, saya berangkat sepagi mungkin, supaya dapat nomer kecil dan belum banyak yang mengantre, sehingga tidak perlu membuang banyak waktu. Saya tiba pukul 07.45 WIB mendapat nomer antrean 25. Setelah diberi nomer, saya dipersilahkan untuk menunggu panggilan. Saat itu yang dipanggil sudah sampai nomer 11. Masih lama, pikir saya. Iseng-iseng saya bertanya pada seorang ibu yang duduk di sebelah saya, yang mendaftar langsung (bukan via online) mulai pendaftaran jam berapa. Beliau pun bercerita bahwa mulai antre nomer dari pukul 04.30 WIB. BUKAN MAIN!

Loh memang Kanimnya sudah buka jam segitu? Pada jam tersebut hanya ada petugas security yang meminta pendaftar yang datang paling awal untuk menulis kedatangannya di kertas kosong dan meminta pendaftar untuk mencatat urutan nomer sendiri sesuai dengan jam kedatangannya. Setelah itu kertas tersebut diteruskan pada pendaftar berikutnya dan seterusnya. Menurut ibu tersebut, pendaftar yang datang cukup tertib mengisi nomer masing-masing tanpa ada adegan saling serobot. Nomer antrean resmi sesuai yang ditulis di kertas kosong tadi baru dibagikan oleh petugas Kanim pada pukul 08.00 WIB.

Nomer saya dipanggil untuk masuk dalam antrean pengecekan dokumen. Setelah semua syarat terpenuhi, (foto copy) dokumen dimasukkan ke dalam map resmi dari Kanim, saya dipersilahkan ke ruang tunggu untuk mengisi formulir dan menungggu panggilan wawancara dan foto. Kali ini dapat antrean nomer 24, karena ibu di depan saya persyaratan dokumennya kurang lengkap. Oh iya, wawancara ini jangan dibayangkan seperti talk show di TV ya, paling hanya untuk cek dan ricek data antara dokumen foto copy dengan dokumen asli. Seputar nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nama ibu kandung, nama bapak kandung, dll. Setelah foto selesai, kita akan diberi surat pengantar untuk pengambilan paspor yang akan selesai 3 (tiga) hari setelah pemotretan. HOREEEE! (sistem/peraturan sebelumnya paspor baru selesai 14 hari setelah wawancara dan foto)

Gimana? Mudah bukan mengurus paspor sendiri tanpa bantuan travel agent/calo?

Apabila ada yang punya pengalaman menarik mengenai pembuatan paspor ini, silahkan tulis di kolom komentar yaaa… Terima kasih 🙂 🙂 🙂

Online

Antrean pendaftar online. Panjang tapi cepet.

TIPS:

1. Buat perempuan terutama muslim dengan nama lengkap hanya terdiri dari 2(dua) nama seperti saya, misalnya: Ruswinar Nawangsari, apabila hendak bepergian Haji/Umroh atau ke negara di sekitar Middle East (Timur Tengah), disyaratkan menggunakan 3 (tiga) nama lengkap, yaitu: First Name, Last Name, dan Family Name (nama Ayah kandung). Nama lengkap tersebut akan ditambahkan di lembar halaman 2 paspor.

2. Untuk Pemohon Anak Balita atau di Bawah Umur dan belum mempunyai KTP, bisa dilakukan dengan cara online menggunakan ID orang tua. Begitu pun dengan wawancara dan foto dilakukan dengan didampingi orang tua.

3. Biaya pembuatan Paspor saat ini adalah Rp.355.000 (tiga ratus lima puluh lima ribu rupiah) plus biaya setor Bank Rp.5.000 (lima ribu rupiah). Total Rp.360.000 (tiga ratus enam puluh ribu rupiah). Sebelumnya Rp.255.000 (dua ratus lima puluh lima ribu)

4. Pengambilan paspor bisa diwakilkan tetapi harus menggunakan Surat Kuasa.

Loket

Loket pemeriksaan dokumen. Sayangnya cuma ada 2, kalo lebih mungkin bisa lebih cepet. Mungkin loh ya…

Map

Setelah dokumen lengkap, kita akan dikasi map seperti ini yang berisi semua copy persyaratan dokumen dan formulir untuk diisi.

Kompi

Buat yang gak punya komputer untuk pendaftaran online, jangan sedih. Disediakan komputer lengkap dengan koneksi internet di Kanim JakBar ini.

Sebagai bonus kalo kamu ke Kanim JakBar, setelah urusan selesai bisa jalan-jalan ke sini. Atau sekedar foto-foto di sekitar Plasa Fatahillah. Bawa kamera DSLR kalo perlu...hehehe...

Sebagai bonus kalo kamu ke Kanim JakBar, setelah urusan selesai bisa jalan-jalan ke sini. Atau sekedar foto-foto di sekitar Plasa Fatahillah. Bawa kamera DSLR kalo perlu…hehehe…

Keramik2

Museum Keramik Jakarta ini sebelahan sama Kanim JakBar.

Museum

Kamu pun bisa ber #FromWhereIstand di sini. Hayo ini di sisi sebelah mana, hayo?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s