Jalan-Jalan ke Benteng, Yuk!

Udah pernah jalan-jalan ke Benteng, belum? Benteng yang tak seberapa jauh dari Jakarta ini merupakan nama kota lama dari Banten. Konon dahulu kala terdapat sebuah benteng Belanda di kota Tangerang di pinggir sungai Cisadane, difungsikan sebagai post pengamanan dari Kesultanan Banten untuk mencegah serangan dari luar. Benteng ini merupakan pertahanan Belanda di pulau Jawa (sumber: wikipedia).

Nah, yang menarik di Benteng ini tidak hanya peninggalan bersejarah peninggalan Belanda tetapi juga terdapat beberapa peninggalan sejarah jejak-jejak pendaratan masyarakat Cina di Pulau Jawa. Ngapain aja di Benteng? Cekidot:

1. Sarapan Laksa.

Kalo kamu ke Benteng, wajib sarapan laksa. Laksa ini adalah mie tebal yang terbuat dari beras dengan kuah santan semacam opor ayam. Laksa Benteng berbeda dengan Laksa Melayu karena kuahnya terbuat dari gilingan kacang hijau, kemiri, kentang, kaldu ayam, dan diberi taburan daun kucai yang dirajang lembut. Tidak sulit menemukan laksa ini karena ada pusat jajan khusus menjual laksa di Jl. Muhammmad Yamin atau daerah Lembaga Pemasyarakatan (penjara) Tangerang.

2. Pasar Lama Benteng.

Belum lengkap ke Benteng kalau belum mengunjungi Pasar Lama yang merupakan wilayah pecinan di Tangerang. Buat pecinta kuliner, kamu bisa menggila di sini, karena bisa ketemu jajan pasar aneka rupa warna, asinan, otak-otak, cakwe, kue bantal, mie pasar lama, mpek-mpek, emping jengkol. Ada juga namanya Kue Ketawa, mungkin abis makan ini, kita bisa ketawa sepanjang hari….hahaha. Buat pemakan daging babi, di sini adalah surganya, karena ada babi panggang, sate babi, bakpao babi, dan menu-menu babi lainnya. Selayaknya pasar, di sini juga dijual bahan-bahan segar untuk dimasak, seperti sayuran, daging dan ikan segar. Jangan lupa bawa tas yang cukup besar untuk menampung semua belanjaan kamu. Di pasar ini kamu juga akan ketemu seniman gambang kromong jalanan yang sudah langka ditemui.

3. Museum Benteng Heritage.

Di dalam area Pasar Lama ini kamu bakal ketemu sebuah bangunan kuno berarsitektur tradisional Tionghoa yang apabila kita masuk di dalamnya serasa berada di sebuah film kungfu dari Cina. Sejak tahun 2011 bangunan ini diresmikan sebagai museum peranakan Tionghoa pertama dan satu-satunya di Indonesia. Sebelumnya bangunan ini ditempati oleh satu keluarga secara turun temurun dan tidak terawat sama sekali. Di dalam bangunan tiga lantai ini kamu akan menemukan banyak sejarah kehidupan etnik Tionghoa. Di sini kamu juga bisa menikmati hidangan kuliner babah (peranakan Tionghoa Benteng) yang sangat spesial dan yang paling penting adalah semua makanan yang di tawarkan museum ini adalah HALAL. (lebih lengkap akan ditulis dalam satu blog tersendiri)

4. Kelenteng Boen Tek Bio.

Merupakan salah satu vihara tertua di Kota Tangerang. Dibangun oleh seseorang yang berasal dari Tionghoa dan menjadi tonggak sejarah berdirinya Kota Tangerang. Sebenernya kita diperbolehkan masuk ke dalam vihara ini, tetapi karena banyak orang berdoa/sembahyang di dalamnya, kami memutuskan untuk tidak masuk karena takut mengganggu kekhusyukan mereka. Vihara ini terdiri dari beberapa bangunan; bangunan utama dan bagian sembahyang yang lebih kecil mengelilingi vihara.

5. Rumah-Rumah Tradisional.

Dari Kelenteng kami menyusuri perkampungan sekitar yang masih banyak terdapat rumah-rumah tradisional warga keturunan Cina. Hal ini nampak dari ornamen khas berupa lukisan tangan motif khas Cina yang terdapat di dinding dan tiang-tiangnya. Ada juga Rumah Burung Walet yang digunakan untuk memanen sarangnya untuk diperjualbelikan.

6. Museum Kuliner Tangga Ronggeng (RoemBoer)

Bangunan kuno tiga lantai ini mempunyai kesan tradisional Cina yang sangat kuat di tiap sudutnya. Beberapa patung ukiran Cina ditempatkan dibeberapa sudut ruangan. Lantai bangunan terbuat dari kayu. Atapnya berupa genting dengan motif khas Cina untuk kuda-kuda bangunan. Dari gedung ini, dilantai tiga, para pengunjung dapat menikmati hamparan sungai Cisadane, sebagai salah satu view yang ditawarkan museum tersebut. Selain menceritakan sejarah keberadaan Cina Benteng, museum ini nantinya akan menawarkan makanan khas Cina Benteng (Saat ini belum resmi dibuka, tetapi kita bisa masuk ke dalam dengan melakukan reservasi terdahulu di Museum Benteng Heritage)

7. Tangga Jamban.

Berada tepat di seberang Museum Kuliner Tangga Ronggeng (RoemBoer). Dinamakan Tangga Jamban karena di masa lalu terdapat sebuah tangga yang menuju ke jamban atau kamar mandi yang berada di tepi Sungai Cisadane. Berupa anak tangga lebar berwarna merah menuju sungai, di area tersebut terdapat sebuah altar kecil yang digunakan untuk pemujaan Dewa Sungai. Dulu di area tersebut terdapat prasasti bertuliskan huruf Cina Kuno berisi nama-nama warga Cina Benteng yang merupakan donatur pembuatan perahu sebagai sarana transportasi. Saat ini perahu masih menjadi salah satu transport utama masyarakat sekitar sungai Cisadane, terutama digunakan warga yang akan menyeberang sungai.

8. Masjid Kali Pasir.

Merupakan masjid tertua yang konon merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran. Bangunan mesjid ini bergaya campuran Arab dan Cina. Di dalamnya terdapat empat tiang yang terbuat dari kayu yang tampak mulai keropos dan kubah kecil bermotif ornamen Cina. Menara masjid yang nampak mirip dengan pagoda merupakan peninggalan sejarah percampuran budaya antara penyebaran agama Islam pada masyarakat Cina Benteng.

Karena lokasinya sangat dekat dengan Jakarta, kamu bisa ke sana dengan mudah. Bisa menggunakan Kereta Commuter Line atau bisa juga dengan angkutan umum lain. Atau kalau kamu berencana ke sana dengan rombongan yang cukup banyak, kamu bisa menggunakan jasa travel agent yang banyak menawarkan paket wisata untuk Jakarta dan sekitarnya, salah satunya adalah havenuwa.com

Screen Shot 2015-05-24 at 12.11.09 PM

Pusat jajan khusus menjual laksa di Jl. Muhammmad Yamin atau daerah Lembaga Pemasyarakatan (penjara) Tangerang.

Screen Shot 2015-05-24 at 12.32.52 PM

Jajan pasar aneka rupa warna di Pasar Lama (Pecinan) Tangerang

Screen Shot 2015-05-24 at 7.20.21 PM

Kue Ketawa. Kalo makan kue ini bisa ketawa seharian kali ya :))

Screen Shot 2015-05-24 at 12.34.58 PM

Toko obat (alternatif) Cina tertua di Tangerang

Screen Shot 2015-05-24 at 12.36.41 PM

Museum Benteng Heritage

Screen Shot 2015-05-24 at 12.40.19 PM

Interior Museum Benteng Heritage, kaya di film-film kungfu. (khusus museum ini akan di review di tulisan lain)

Screen Shot 2015-05-24 at 12.37.01 PM

Kelenteng Boen Tek Bio, salah satu yg tertua di Tangerang.

Screen Shot 2015-05-24 at 12.37.23 PM

Salah satu ornamen rumah asli masyarakat Cina Benteng.

Screen Shot 2015-05-24 at 12.37.49 PM

Museum Kuliner Tangga Ronggeng (RoemBoer) Benteng. (Saat ini belum resmi dibuka, untuk bisa masuk silahkan menghubungi/mendaftar melalui Museum Benteng Heritage)

Screen Shot 2015-05-24 at 12.38.08 PM

View dari lantai 3 Museum Tangga Ronggeng (RoemBoer) langsung ke sungai Cisadane

Screen Shot 2015-05-24 at 12.38.21 PM

Penampakan Museum Tangga Ronggeng (RoemBoer) dari sisi Sungai Cisadane

Screen Shot 2015-05-24 at 12.38.39 PM

Perahu masih menjadi salah satu transport utama masyarakat sekitar sungai Cisadane, terutama digunakan warga yang akan menyeberang sungai.

Screen Shot 2015-05-24 at 12.39.01 PM

Menara masjid Jami Kali Pasir yang masih kokoh berdiri sampai saat ini. Merupakan peninggalan sejarah budaya penyebaran agama Islam pada masyarakat Cina Benteng.

Advertisements

2 thoughts on “Jalan-Jalan ke Benteng, Yuk!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s